Benny b9 Benny b9

Memperkenalkan Ujang Redo SiPenjahit

Title : Memperkenalkan Ujang Redo SiPenjahit
Poppularity : 4.117683% of 82 post
Daily pagview : 5users
Skor [0-10]: 10 of 270 view -Post age 50days

2010 lalu Saya berada di Tangerang Kelapa Dua. Mencoba Profesi baru Kegiatan mudah tambahan, berfikir mungkin dapat dipergunakan permodalan, toko online. Hosting e-Padi, mencari ide bagaimana membuat web unix seperti sample acara Tv Toko-Online dengan kakek-kakek sebagai daya tarik berjualan busana remaja.

Terdengar seseorang menanyakan alamat pada tetangga samping, "dimana rumahnya Ujang,..", selepas kepergian yang menanyakan alamat tersebut, wanita pada rumah tersebut menanyakan -nyari siapa-, Lelaki yang berhubungan dengan SiPenanya alamat menawab "Penjahit,..".

 

ujang

Ujang, mengingatkan Saya pada Ujang Redo, postur bentuk fisiknya menyerupai SiPenjawab yang menjawab Penjahit tersebut, gembul, agak gemuk, usia juga segitu. tapi Ujang yang Saya kenal bukan penjahit.


Ujang kesehariannya dipasar, memalaki setiap penjual Uang Keamanan. Proyek pembangunan TA-2005 Ujang meminta 30juta, Ujang bukan dari pemerintahan, Tanpa NIP, bukan konsultan atau kontraktor, hanya saja Mengerti ada Keuangan dianggarkan dan dekat dengan pejabat.

Saya hanya sebagai Chip inspector atau Kepala Pengawas pada Proyek tersebut saat itu, APBN, tinggal/ hunian dikantor. Seberang jalan tepat depan rumah Anggota DPR, sebelah kanannya Pengusaha Roti, Sebelah kirinya rumah Tika (kembang desa). Saya diComblangin dengan Tika oleh para Inspector yang saat itu belum mengenal Cici, setiap hari bermacam mobil para pemuda bertandang menemuai Tika. Setiap pagi ramai para pengantar roti diRumah pengusaha Roti mengantarkan hasil rotinya keberbagai wilayah, jenis roti biasa donat dan lainnya ditempatkan pada box kotak plastik berisikan sekitar 10roti perBox.

Sudah tersiram bensin beberapa jerigen hendak dibakar kantor, diratakan tanah hunian atau ancaman dengan penyerangan senjata tajam. ini Aksinya terahir:
jam 10malam berdua Saya dengan pakDaud (PNS bpmkb) sedang berbincang, Sepeda motor rakitan Astrea terhenti didepan rumah, dengan keadaan mesin masih menyala siPengendara turun bergegas menghampiri Saya, mengancam dan menodongkan Pistol dikening saya. siPengendara tersebut bernama Atan.

Warga berkumpul pada setiap perbatasan, -utusan Pejabat X ujarnya-. Saya menghubungi Pejabat X dan ternyata X memberi perintah "Bantai, tangkan Ujang, Atan dan semua anak buahnya".
Situasi bertambah kacau Ujang melibatkan Cecep, Cecep yaitu paman Pejabat X, Pejabat X tunduk pada Cecep.

hal pertama, Saya bersama para TNI iring-iringan 7 mobil menuju rumah Ujang, "Ujang tidak ada ditempat" ujar istrinya, menanyakan melihat ada puntung rokok yang masih menyala "Saya yang merokok" ujar istrinya, Kami menanyakan rokok apa "gudang garam atau jarum super" ujarnya. Kita berikan sebatang rokok dan ternyata memang benar fasih lues merokok.

Kisaran sehari Gabungan TNI Polri berhasil menangkap Ujang yang berada diluarkota, swiping semua wilayah, rumah para kerabatnya, teman-temannya. Lumayan seru seharian aksi penangkapan. Merasa kalah, Ujang melibatkan TNI, sayangnya team Kami komandannya pangkatnya lebih tinggi. Ujang mencoba menjual rumah, kendaraan dan seluruh perkakasnya guna permodalan, sayangnya keburu ketangkap dibekuk.

Hubungan Ujang dengan Pejabat X yaitu Istri Ujang dulu kekasihnya Pejabat X, Ujang dan Cecep merupakan perantau dari Bandung, datang kewilayah tanpa modal mengadu nasib.
Hebatnya Ujang, Tetap Menatap wajah/ mata siPengancam, meski senjata api meletus didepannya, peluru beberapa Cm dikepalanya, dinding tembok saja hampir tembus peluru.
SiPenembak TNI Yy, Senjata Pembunuh berbeda dengan senapan Polri melumpuhkan, minimal beratnya 1Kg. memegangnya harus erat dengan kedua tangan serta kuda-kuda kaki kuat, ia pernah menembak mengarahkan Kaki pada jarak 15meter dan yang terkena kepalanya. Satu getaran letusan jika memegangnya kurang erat berakibat fatal.

Setelahnya, Saya sangat akrab dengan Ujang, bahkan pernah menginap dirumahnya, termasuk akrab dengan istri Ujang, Cecep atau Atan. Ujang orangnya cool berdarah dingin, saat hari pernikahan anaknya, Ujang sedang asik main poker dengan Saya, dipanggil orang guna ijab kobul, "ntar, satu putaran lagi" ujarnya. Atan hobinya Mancing, mencari ikan putih, jenis ikan yang bergigi, umpannya usus unggas, beberapa kali Saya ikut mancing berdua dengan Atan, Pernah juga ikut berburu dihutan dengan Atan.

 

Proyek TA-2005 APBN Pemekaran, 30milyar. Wilayah 300ribu jiwa. Item pekerjaan dibuat Puskesmas pada setiap wilayah, 150 hingga 300juta perPuskesmas, Tugu atau Gapura Pembatas Desa.

 

Serukan ceritanya, true story kisah nyata belum seberapa dibanding Paparazi Vs Kontraktor atau lainnya.

 

Lihat : Etika Kerja dan Bukan Korupsi


By Benny b9 at 06 Aug 2020 Link :b9 follow us on :facebook twitter youtube || share to Facebook Tweitter WhatsApp
.
Most loggedin to submit comment.
Advertiser Here
1.000 visitor real human
avg $.20.00 USD
x